Akidah Akhlak | Akhlak Tercela (Nifaq)
A. Pengertian Nifaq
Secara bahasa nifaq berasal dari kata nafiqa yang artinya salah satu lubang tempat keluarnya yarbu (hewan sejenis tikus) dari sarangnya. Nifaq juga berasal dari kata Nafaq, yaitu lubang tempat bersembunyi. Nifaq juga berarti bermuka dua, pura-pura pada agamanya, Lubang tikus di padang pasir yang susah di tebak tembusannya.
Menurut istilah , nifaq yaitu sikap yang tidak menentu, tidak sesuai antara ucapan dengan perbuatannya.
Perilaku seperti ini pada hakikatnya adalah ketidaksesuaian antara keyakinan, perkataan, dan perbuatan. Atau dengan kata lain, tindakan yang selalu dilakukan adalah kebohongan, baik terhadap hati nuraninya, terhadap Allah Swt maupun sesama manusia. Orang yang melakukan perbuatan nifaq di sebut munafik.
Nifaq adalah perbuatan menyembunyikan kekafiran dalam hatinya dan menampakkan keimanannya dengan ucapan dan tindakan. Perilaku seperti ini pada hakikatnya adalah ketidaksesuaian antara keyakinan, perkataan, dan perbuatan.
Firman Allah Swt yang artinya: "Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-setan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok". (Q.S. 2 Al Baqarah 14).
B. Macam-Macam Nifaq
1. Nifaq I'tiqadi
Nifaq i’tiqadi adalah suatu bentuk perbuatan yang menyatakan dirinya beriman kepada AllahSwt, sedangkan dalam hatinya tidak ada keimanan sama sekali. Dia shalat, bersedekah. Dan beramal shaleh lainnya, namun tindakannya itu tanpa didasari keimanan dalam hatinya.
2. Nifaq 'Amali
Nifaq 'amali adalah kemunafikan berupa pengingkaran atas kebenaran dalam bentuk perbuatan.
C. Bentuk dan Contoh Perbuatan Munafik
1. Hanya berfikir jangka pendek yaitu kekayaan duniawi semata
2. Tidak mampu ber-amar ma’ruf nahi munkar.
3. Sering kali dalam pembicaraannya menyindir dan menyakiti Nabi atau Islam.
4. Ragu terhadap kebenaran Islam.
5. Enggan melakukan shalat, kalaupun ia melakukan shalat pasti karena paksaan orang lain.
6. Tidak punya kepastian dalam berpikir dan bertindak.
7. Terbiasa dengan kebohongan, ingkar janji, dan khianat.
8. Suka membual mengenai keindahan duniawi dan melupakan kehidupan akhirat.
Komentar
Posting Komentar